Memahami Indeks Pembangunan Gender dan maknanya bagi pembangunan Kota Samarinda.
Indeks Pembangunan Gender (IPG) merupakan indikator yang digunakan untuk melihat pencapaian pembangunan manusia perempuan dibandingkan dengan laki-laki.
IPG menggunakan dimensi pembangunan manusia yang sama dengan IPM, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak, dengan memperhatikan perbedaan capaian antara perempuan dan laki-laki.
Dengan demikian, IPG membantu memberikan gambaran mengenai kesenjangan pencapaian pembangunan manusia berdasarkan gender.
IPG digunakan untuk melihat seberapa dekat capaian pembangunan manusia perempuan dengan laki-laki.
Nilai IPG mendekati 100 menunjukkan capaian pembangunan manusia perempuan yang semakin mendekati capaian pembangunan manusia laki-laki.
Perbandingan IPG Kota Samarinda dengan Kalimantan Timur.
Perkembangan nilai IPG dari tahun ke tahun.
IPG dibentuk dari perbandingan capaian pembangunan manusia perempuan dan laki-laki.
Dimensi dasar yang digunakan dalam pengukuran pembangunan manusia.
Menggambarkan kemampuan penduduk untuk memiliki kehidupan yang sehat dan umur panjang.
Menggambarkan capaian pendidikan dan kesempatan memperoleh pengetahuan bagi penduduk.
Menggambarkan kemampuan penduduk mencapai standar kehidupan yang layak.
Perbandingan posisi IPG antarwilayah di Kalimantan Timur.
| No. | Kabupaten/Kota | IPG | Posisi |
|---|
Membaca angka IPG dalam konteks pembangunan responsif gender.
IPG Kota Samarinda tahun 2025 sebesar 91,15, lebih tinggi dibandingkan IPG Kalimantan Timur sebesar 88,01.
Nilai IPG yang mendekati 100 menunjukkan bahwa capaian pembangunan manusia perempuan semakin mendekati capaian pembangunan manusia laki-laki.
IPG perlu dibaca bersama dengan indikator gender lainnya. Perbedaan pada pendidikan, kesehatan, ekonomi, ketenagakerjaan, partisipasi politik, maupun pengambilan keputusan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi kesetaraan gender di Kota Samarinda.
Ketiga indikator memiliki tujuan dan fokus pengukuran yang berbeda.
Menggambarkan perbandingan pencapaian pembangunan manusia perempuan dan laki-laki.
Menggambarkan ketimpangan gender dalam beberapa dimensi seperti kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja.
Menggambarkan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan dan berbagai bidang kehidupan publik.